Diseminasi Konten Naskah Moderasi Beragama

Surabaya, bimas Islam-Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin mengatakan penyebaran gagasan dan sikap moderasi beragama

Kunjungan Kerja Pokjaluh Kota Palangkaraya

Kegiatan kunjungan pokjaluh dari kota Palangkaraya dilaksanakan pada tanggal 4 April 2019 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten.

Kunjungan Kerja Pokjaluh Kota Palangkaraya

Dalam kegiatan itu juga dilakukan bakti sosial di TK Harapan Bajulmati, Masjid Ceng Ho .

Kunjungan Kerja Pokjaluh Kota Palangkaraya

Bakti sosial dilaksanakan juga penanaman mangrove di pinggir sungai yang bermuara di laut ungapan dusun bajulmati kecamatan Gedangan.

Peningkatan Kompetensi Penyuluh agama Islam dan Qiyamul Lail

Kompetensi penyuluh agama Islam tidak hanya sebatas melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat akan tetapi juga mempunyai kompetensi ibadah sholat malam.

Kamis, 01 Agustus 2019

Verval Direktorat Penais Kemenag RI dan Kasi Penerangan Agama Islam Kanwil Provinsi Jawa Timur


Kegiatan verval Direktorat Penais Kemenag RI dilakukan selama dua hari mulai 31 Juli 2019 sampai dengan 1 Agustus 2019 yang di hadiri oleh, Amirulloh selaku kepala bagian kepenyuluhan Kementerian Agama RI, Abdul Wahid yang sering di sapa A W selaku Kasi Penerangan Agama Islam dan Ubaidillah dari unsur staf kanwil Provinsi Jawa Timur serta Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Malang.

Agenda dalam verval ini diawali dengan pembinaan baik dari kementerian pusat maupun dari Kasi Penerangan Agama Islam Provinsi Jawa Timur terkait dengan lomba penyuluh teladan tingkat nasional. Selesai pembinaan dilanjutkan dengan kegiatan qiyamul lail di masjid Ceng Ho pada jam 03.00 yang di ikuti oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) se-kabupaten Malang.

Menjelang pagi jam 07. WIB diadakan pertemuan dengan beberapa tokoh agama di lokasi dimana  Shohibul Izar berada dalam membangun potensi lokal dan peradapan di Bajulmati Malang. Diantara tokoh agama tersebut adalah Giatmoko yang beragama Nasrani, kiprah Giatmoko sering memimpin doa bersama dalam kegiatan pertemuan baik dengan warga maupun dalam wadah kerukunan umat beragama, juga sosok yang penuh kebinekaan dengan membebaskan anaknya memilih agama yg diyakini, dalam satu keluarga ada yang beragama Islam, Nasrani dan Hindu. Made Sudarsana, tokoh ini berasal dari provinsi Bali yang beragama Hindu. Kemudian Taman, tokoh ini merupakan Kasun Bajulmati yang memeluk agama Islam dalam keluarganya juga menanamkan kebinekaan dimana dalam satu keluarganya ada yang beragama Hindu dan Islam. Tokoh berikutnya Kasri, merupan pendeta yang ada di Bajulmati mengatakan bahwa "izar sejak berada di Bajulmati telah menanamkan, kebaikan, kebenaran dan pengertian, yg ada dibajulmati sehingga kerukukan beragama terawat dengan baik dan damai". Kemudian tokoh yang terakhir adalah Soelan, merupakan kepala desa Sidodadi yg juga ikut membantu dalam kegiatan Shohibul Izar  dalam membangun beradapan lokal di Bajulmanti.

Agenda tekhir adalah susur sungai dimana kegiatan ini dilakukan untuk melihat tanaman mangrove yang ada di pinggirian sungai, bukan hanya masyarakat setempat yang menanamnyanya namun dari berbagai daerah yang berkunjung ke Bajulmati, baik dari kalangan Mahasiswa, akademisi maupun pegawai pemerintah juga ikut andil menanam mangrove,UIN Maulana Malik Ibrahim Malang salah satunya, selain itu juga Mahasiswa UM, UB, bahkan dari Canada, Komunitas ASEAN juga ikut Andil di dalamnya. Pokjaluh Kabupaten Malang, Kepala KUA Se-Kabupaten Malang Menananmya. Semuanya dilakukan untuk mengaplikasikan konsep wakaf berupa tanaman untuk diambil manfaatnya pada generasi selanjutnya.

Penyuluh Agama Islam Fungsional Kabupaten Malang Shodaqah 1 Milyar Oksigen


Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kabupaten Malang (POKJALUH) pada hari Kamis 01/08/2019 gelar kegiatan Penanaman Mangrove di Pantai Ungapan Malang Selatan dalam rangkaian uji  Verivikasi faktual penyuluh teladan tahun 2019
Kegiatan penanaman mangrove merupakan giat kepedulian Penyuluh agama Kabupaten Malang Sebagai bentuk peduli dalam pelestarian lingkungan, banyak cara bisa dilakukan misalnya saja melalui penanaman pohon. Sebuah pengalaman menyenangkan pastinya ketika bisa turut berkontribusi nyata melalui kegiatan positif yang berorientasi pada salah satu bentuk  kepedulian lingkungan.

Salah satu bentuk kepedulian adalah dengan ikut serta dalam penanaman tanaman bakau atau yang sering disebut juga mangrove. Iya, keberadaan ekosistem mangrove terbilang cukup penting khususnya bagi kawasan pesisir, baik sebagai benteng pertahanan terhadap resiko bencana maupun sebagai mata pencaharian alternatif melalui pengembangan industri pariwisata.

Shohibul izar mengatakan Tanaman mangruve fungsi utama sebagai pencegah abrasi dan erosi (pengikisan tanah) di kawasan pantai. Ekosistem mangrove juga menjadi tempat hidup biota laut dan satwa-satwa disekitar area itu. Saat ini sudah banyak lembaga dan elemen masyarakat yang turut serta dalam kegiatan menanam mangrove, tujuannya tak lain untuk memperbaiki lahan dan wilayah kawasan pesisir yang rusak agar hijau kembali. Bahkan penanaman pohon mangrove ini disebut dengan " Shodaqah 1 milyar oksigen "

Penanaman mangrove juga dihadiri oleh AKepala Seksi Pengembangan Penyuluh Agama Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI ( Amirullah), Kepala Seksi penyuluhan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur ( DR. H. Abd. Wakid Evendi ) Kepala Seksi  Bimas Kementerian Agama Kabupaten Malang ( Drs H. Irfan Hakim, M.Ag) dan Ketua Pokjaluh Propinsi Jawa timur

Amir mengatakan inilah penyuluh yang punya inovatif, seorang penyuluh tidak harus memberi bimbingan dan penyuluhan pada majelis taklim saja,kegiatan seperti ini perlu diteruskan.




Rabu, 31 Juli 2019

Pembinaan Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS


Kab.Malang. Pembinaan penyuluh PNS dan Non PNS dilaksanakan di Aula kantor kementerian agama Kabupaten Malang, Rabu 31 Juli 2019. Hadir dalam pembinaan tersebut kepala kantor kementerian agama kabupaten Malang, Kasi Bimas Islam dan Kepla BPJS ketenaga kerjaan Kabupaten Malang serta penyuluh Non PNS se-kabupaten Malang yang berjumlah 264 orang.
Diawali dari sambutan Kasi Bimas Islam, Irfan Hakim bahwa kementerian agama kabupaten malang sedang menjalin kerjasama dengan Polres  Malang terkait dengan stunting yang nantinya penyuluh juga berperan dalam kegitan tersebut.
Kedua, sambutan kepala BPJS ketenaga kerjaan
Harianto, yang menyampaikan bahwa yang ikut BPJS ketenagakkerjaan dari unsur intansi sekitar 800 ribuan untuk sektor jasa seperti tukang becak dan pedagang kecil sekitar 3200 orang, mohon disosialisasikan dan diberi penjelasan terkait beda BPJS ketenaga kerjaan dan BPJS biasanya
Penyampaian materi yang diberikan langsung oleh Mustain, selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang diantaranya:
1. Pentingnya BPJS bagi penyuluh non PNS dan merupakan "BPJS Khos"
2. Kelanjutan penyuluh tahun berikutnya mengikuti prosedur yang di tetapkan adanya lowongan, rekrutmen dan pengumuman kelulusan
3. Penyuluh sebagai kepanjangtanganan kementerian agama, mengucapakan terima kasih dan merasa terbantu atas keberadaan penyuluh dan masyarakat terasa terlayani dengan baik.
Tugas penyuluh menjadi kewajiban bagi umat Islam secara keseluruhan yaitu kewajiban untuk menyampaikan walaupun satu ayat. Maka pemerintah menfasilitasi para penyuluh Non PNS guna merencanakan tugas penyuluh dilapangan. Penetapan penyuluh dari pemerintah supaya terprogram dan terarah. Maka pertama fungsi penyuluh bagaimana memahami karakter, situasai sesuai dengan kondisi masing-masing kecamatan dimana lokasi tempat penyuluh berada. Kondisi semacam ini harus dipahami oleh setiap penyuluh.Penyuluh bukan hanya tukang ceramah, sekarang ini tinggal 50 persen sisanya sudah digitalisasi. Oleh karena itu langkah kedua bagi penyuluh adalah melakukan pemetan yaitu peta dakwah  sesuai dengan kondisi masing masing wilayah. Ketiga penyuluh setidaknya punya program dan perencanaan. Keempat, kegiatan penyuluh sebenarnya 24 jam tiada henti, ad program rutin, misalnya mendatangi majelis taklim, jemaah tahlil dan ada yang t rutin,
Rutin ada dua, rutin pada pokoknya dan rutin yang perlu dikembangkan, yaitu koordinasi, komunikasi, dengan lintas sektoral pada masyarakat. Dan yang terakhir Kemudian memberikan informasi terkait pengurusan musholla dan masjid yang berada di intansi dipermudah agar disosialisasikan kepada masyarakat karena penyuluh juga sebagai tim verifikasi masjid dan musholla di tingkat kecamatan.



Sabtu, 27 Juli 2019

Inovasi SIMPADU, Antarkan KUA Nanggulan Raih Predikat KUA Teladan Nasional


Jakarta, Bimas Islam-KUA Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil meraih juara I KUA Kecamatan Teladan Tingkat Nasional 2019. KUA Kecamatan Nanggulan nilai 863, disusul juara II KUA Denpasar Selatan, Provinsi Bali dengan nilai 786 dan Juara III KUA Kecamatan Panjang, Provinsi Lampung.

Anugerah KUA Kecamatan Teladan 2019 beserta uang pembinaan diserahkan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada perwakilan KUA peraih juara di malam puncak Anugerah KUA Kecamatan Teladan Tingkat Nasional 2019 di Jakarta, Rabu (24/07) malam.

Apa gerangan yang menjadikan KUA Nanggulan mampu tampil sebagai juara KUA Teladan Nasional? Kepala KUA Fariq Nur Rokhim membagi kisahnya. Adalah Sistem Informasi Pelayanan dan Aduan Terpadu (SIMPADU) KUA Nanggulan menjadi salah satu musababnya. Aplikasi berbasis Android ini berhasil memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan KUA yang beralamat di Jalan Sentolo-Klangon Km 8 Nanggulan, Kulon Progo, DIY ini.

“Program ini merupakan inovasi unggulan kami sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin canggih seiring dicetuskannya revolusi industri 4.0, maka KUA sebagai stakeholder terdepan harus mampu memberikan pelayanan yang serba cepat, praktis dan akurat,” tandas Fariq.

Media digital SIMPADU ini, lanjutnya, merupakan hasil pengembangan dan integrasi dari beberapa aplikasi resmi Kementerian Agama RI yang diolah dan telah disesuaikan dengan program Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY dengan PTSP-nya. “Kelebihan aplikasi ini, masyarakat langsung dapat mengakses dari rumah, tidak perlu datang ke KUA, namun bukan berarti meniadakan KUA tetapi memperpendek dan mempercepat layanan,” ujarnya penuh optimistis.

Suami dari Muzanah  ini menjelaskan, SIMPADU generasi pertama dibuat pada 2017. “Awalnya kita nama i-Simdes, lalu kita upgrade lagi menjadi SIMPADU,” ujar bapak tiga anak ini sembari menambahkan aplikasi SIMPADU mulai digulirkan medio 2018. “Resmi digunakan seluruh calon pengantin mulai Desember 2018 dan terus disempurnakan sampai sekarang,” imbuhnya lagi.

Saat disinggung apakah dengan aplikasi layanan menjadi lebih cepat, pria yang menjabat Kepala KUA Nanggulan sejak 1 Agustus 2016 ini menjelaskan, “Otomatis, karena layanan duplikat yang dulu harus membuka buku lembar demi lembar, dengan aplikasi ini dapat dicari dalam hitungan detik,” jelasnya.

Keuntungannya lagi, tambah Fariq, hal itu bisa dilakukan dari rumah klien, termasuk daftar nikah atau pesan hari tidak perlu ke KUA, cukup via SIMPADU.

"Nanti datangnya ke KUA tinggal melengkapi berkas,” terang pria kelahiran Kulon Progo 29 Juni ini.

Selain layanan pendaftaran, cek dan pesan hari pernikahan, Fariq menggaransi aplikasi SIMPADU dapat meringkas layanan rekomendasi, duplikat dan administrasi wakaf masing-masing 1 menit. “Aplikasi juga menyediakan layanan kemasjidan, zakat, aduan dan kepuasan masyarakat, serta penyuluhan atau ustadz, Pusaka Sakinah, muallaf, e-Banking dan lain-lain,” pungkas Fariq.

Sumber: kemenag.go.id

Selasa, 23 Juli 2019

Pemilu Pokjaluh Kabupaten Malang


Kementerian Agama Kab Malang melaksanakan pesta demokrasi dalam rangka pemilihan ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) kabupaten Malang, dalam pemilihan tersebut di hadiri oleh Bapak kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang dan Kasi Bimas.
Dr. H. Mustain, M.Ag selaku kepala kantor kementerian agama kabupaten Malang, pengatakan yang terpilih menjadi ketua Pokjaluh harus membawa bisa berinovatif dalam pembinaan dan pembingan kepada masyarakat karena masyarakat sekarang sudah zamannya digital, bahkan  yutuber  lebih disukai dan diminati oleh masyarakat milenial.
Beliau menambahkan fungsi penyuluh yang utama adalah:
1. Penuntun dan pembimbing umat
2. uswah
3. Penyambung lidah bagi Kemenag
Sementara Bpk irfan Hakim selaku Kasi Bimas menyampaikan ucapan selamat kepada Bpk Shohibul Izar yang menjadi juara 1 penyuluh teladan tingkat jatim beliau memberi sport supaya menjadi juara nasional mewakili Pokjaluh Jawa timur.
Dalam pemilihan  ketua Pokjaluh dilaksanakan dua tahap yaitu pemilihan bakal calon dan pemilihan calon dalam pemilihan ini ada 3 calon yaitu Muhammad Asrorul Rabbani, Mazroatul Akhiroh dan Bpk Busiri dengan berjalannya demokrasi dan dipilih oleh sejumlah 24 pemilih yang terdiri 20 Penyuluh dan 4 orang Bimas maka terpilihlah Bapak Muhammad Asror Rabbani sebagai ketua Pokjaluh.

Kamis, 18 Juli 2019

Sang Penyuluh Teladan Jatim


Shohibul Izar adalah seorang yang penuh perhatian pada dunia pendidikan dia lahir di Mojokerto pada tanggal 12 Juli 1966 pada mulanya dia datang ke daerah Bajulmati Gajahrejo Gedangan ketika ada kegiatan KKN dari IAIN Malang pada tahun 1989 melihat kondisi masyarakat Bajulmati p izar ( sebutan akrab) sangat prihatin dan terketuk hatinya untuk membina masyarakat di daerah pesisir Bajulmati  pada saat itu masyarakatnya tidak peduli pada pendidikan dan menganggap pendidikan tidak penting sehingga anak-anak disitu mulai kecil sudah diajak berkebun untuk membantu orang tuanya mencari nafkah.
Berawal dari peristiwa itu melakukan P. Izar melakukan pendekatan kepada masyarakat di daerah itu dan memberikan pengertian betapa pentingnya pendidikan bagi masyarakat, dia mengajak berbuat kepada masyarakat yang dimulai dengan memperdayakan pada anak-anak usia sekolah dengan tanpa melihat latar belakang agama suku ras dan golongan.
Selain itu dia melakukan pendekatan dengan penyuluhan dan bimbingan kepada kelompok-kelompok masyarakat baik melalui jamaah tahlil maupun pada kegiatan yang ada di gereja karena masyarakat bajulmati itu terdiri dari berbagai agama yaitu agama Islam, Kristen dan Hindu, Namun waktu itu agama Kristen adalah yang terbanyak di desa itu. Dengan pendekatan kepada tokoh masyarakat P. Izar memperdayakan masyarakat bersama tokoh-tokoh yang ada di situ dan mereka mendukung langkah-langkah Pak Izar  mengajak anak-anak usia sekolah untuk belajar atau  mencari ilmu, Dengan penuh perhatian Pak Zar mengajak anak-anak  mencari batu untuk membangun Jalan setapak sebagai akses ke beberapa tempat, dengan itu anak-anak diberi pelajaran walaupun  non formal yang bertempat dibawah pohon, di pinggir pantai, pinggir sungai bahkan dihalaman rumah, p izar memberi pengertian betapa pentingnya pendidikan bagi kehidupan sehari hari dengan demikian anak sudah mulai tertarik untuk belajar, berawal dari itu p izar berinisiatif untuk membangun sebuah lembaga dengan bantuan para tokoh  berdirilah tempat pendidikan yaitu TK Harapan baju mati dengan TK yang ada di dusun Bajulmati itu pak p izar bisa memberi ilmu pd anak2 yg ada disitu.
Dengan keuletan dan kesabaran P izar maka berdirilah berbagai tempat pendifikan diantaranya :
1. PAUD HARAPAN BAJULMATI
2. RA HARAPAN BAJULATI
3. TK HARAPAN GUA CINA
4. SD HARAPAN GUA CINA
5. TPQ NURUL HUDA BAJULMATI
6. MAJELIS TAKLIM NURUL HUDA
7. LAPEN ADVENTURE
8. MASJID CHINGHO
Atas keuletan dan kesabarannya dalam membina masyakat Bajulmati beliau pada tahun 2016 diangkat penjadi Penyuluh Agama Fungsional oleh Kementerian Agama lewat jalur K2.
Sedangkan pada tahun 2019 beliau meraih gelar sebagai Penyuluh Teladan Tingkat JawaTimur dana akan mewakili Jatim ketingkat Nasional.

         Selamat buat Bpk Shohibul Izar 

Kekerasan Dalam Rumah Tangga


Silaturahmi 3 Pilar Bersama Petugas Penyuluh Agama Kementerian Agama Kab. Malang
Pada kesempatan ini selain materi tentang Narkoba juga ada materi KDRT ( Kekerasan Dalam Rumah Tanga

Materi Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT )
Pemateri : Yulistiana. SH ( Kanit PPA )

Pengetahuan mengenai Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) kebanyakan hanya dipahami pada kekerasan fisik saja. Padahal kekerasan dalam lingkup rumah tangga lebih dari itu dan banyak jenisnya.

Lingkup dari kekerasan dalam rumah tangga juga bukan hanya sekedar suami, isteri dan anak, tetapi termasuk pula orang yang tinggal dan beraktivitas dalam rumah tersebut. Seperti mertua, pembantu dan supir.

Untuk memahami apa saja yang termasuk dalam jenis kekerasan dalam rumah tangga, mari kita simak empar jenis KDRT menurut Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga di bawah ini.

1. KDRT dalam bentuk kekerasan fisik

Kekerasan fisik yang dimaksudkan dalam jenis ini adalah segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan rasa sakit, luka-luka dan membuat orang tak berdaya. Seperti melakukan tindakan menendang, memukul dan menampar bahkan sampai membuat korban tidak berdaya hingga meninggal dunia.

2. KDRT dalam bentuk kekerasan psikiS

Kekerasan psikis yang dimaksudkan adalah suatu tindakan yang dilakukan dalam lingkup rumah tangga yang dapat membuat seseorang merasa takut, trauma dan tidak percaya diri. Seperti membentak anak atau isteri, selalu mengucapkan kata-kata kasar dan mengancam

3.KDRT dalam bentuk Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual dalam lingkup rumah tangga ini seperti tindakan atau perbuatan memaksa suami atau isteri untuk melakukan hubungan intim padahal salah satunya tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Ya, meski sudah menjadi suami istri tapi kekerasan seksual tetap bisa terjadi dalam rumah tangga lho.

4. KDRT dalam bentuk penelantaran rumah tangga

Terakhir ini banyak masyarakat tidak mengetahui bahkan mengacuhkan hal ini dan menganggap bukan termasuk kedalam kekerasan dalam rumah tangga. Padahal tindakan menelantarkan keluarga baik menelantarkan anak, isteri, dan suami termasuk pula kekerasan dalam rumah tangga dan hal ini dapat dituntut pidana dan memperoleh ancaman hukuman

Penyebab KDRT
Ada beberapa faktor yang menjadi latar belakang timbulnya KDRT yaitu :
1. Riwayat keluarga
Pelaku kekerasan dalam rumah tangga, biasanya mengalami atau menyaksikan secara langsung perilaku serupa oleh orang tuanya.
2. Uang dan kesehatan
Ada dua elemen penting penunjang kerukunan pasutri. Ketersediaan uang, dan kesehatan. Ketika dua hal penting itu terganggu, kekerasan dalam rumah tangga umum terjadi. Katakanlah seorang individu memiliki pengalaman hidup negatif, menganggur atau kesehatan memburuk. Sebagai pelampiasan kecewa biasanya orang terdekat menjadi sasaran amarah.
3. Pengaruh media
Berbagai media, terutama TV, memiliki peran besar atas maraknya KDRT. Melalui media, pelaku seolah dituntun cara jitu memutilasi korban tanpa diendus penegak hukum. Dalam tayangan film dan sinetron, tindak kekerasan sering dijadikan bentuk hukuman atau cara mengatasi masalah.
4. Resolusi konflik
Sesungguhnya, resolusi konflik termasuk keahlian yang sangat membantu pasutri. Misalnya, ketika Anda dan pasangan terlibat adu mulut, dengan resolusi konflik Anda mengatasi situasi dan membicarakannya di beberapa titik.
Masalahnya, jika Anda kesulitan menjalin komunikasi, reaksi pertama mungkin dengan menyerang agar pasangan mau mendengar argumen Anda.
5. Narkoba dan alkohol
Penyalahgunaan obat dan alkohol, memberi kontribusi terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Narkoba dan alkohol merubah suasana hati untuk berperilaku kasar tanpa membuat penilaian secara sadar.

 By Marsidi





Silaturrahmi 3 Pilar Bersama Polres Malang

Kegiatan ini dilaksanakan di Polres Malang pada hari Kamis, 18 Juli 2019 yang di hadiri dari unsur penyuluh PNS dan Non PNS se-kabupaten Malang.
Diawali sambutan dari Kasat Binmas Polres Malang, AKP Sri Widyaningsih, dalam sambutannya" bahwa penyuluh agama yang ada di kabupaten Malang bisa bersinergi dengan polsek setempat dalam bekerja sama dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat terutama lembaga pendidikan".
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Drs, H. irfan Hakim, M.Ag dalam sambutannya, "Kegiatan ini sangat baik sekali untuk ditindaklanjuti dengan menjalin Mou antara kemenag kabupaten Malang dan Polres Malang dalam penyuluhan bidang narkoba, mengingat lembaga pendidikan yang ada dikabupaten Malang di bawah naungan kemenag sangat banyak sekali dan ini merupakan potensi yang harus disentuh dalam peningkatan penyuluhan dibidang narkoba".
Materi pertama disampaikan oleh Kasat Narkoba Polres Malang, H. Imam Mustaji dalam tinjauannya di 33 kecamatan ada beberapa kecamatan yang menjadi kerawanan terkait narkoba diantaranya; Kecamatan Turen, Gondanglegi dan Lawang, dalam rentang Januari hingga Juni 2019 ada beberapa kasus yang diungkap terkait kasus narkoba, ungkap kasus 158 orang dan tersangka 178 orang".
Lanjut Imam, upaya yang dilakukan oleh Polri diantaranya; Penyuluhan dilembaga pendidikan, Pesantren, cek urine diterminal pada sopir angkut dan pengkapan kasus. Dalam kesimpulannya bahwa narkoba dapat menyerang siapa saja dan kita harus waspada.
Materi terakhir disampaiakan oleh Yulistiana Sri Iriana, S.H selaku Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), diantara materi yang disampaiakan adalah, kekerasan lingkungan rumah tangga dan kekerasan terhadap anak.



Jejak Penyuluh di Pesisir Bajulmati

Lihat video

Selasa, 16 Juli 2019

Expose Persiapan Penyuluh Teladan Tingkat Nasional

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka persiapan lomba penyuluh teladan tingkat nasional, berlokasi di SMK Muhammadiyah Kepanjen pada hari Selasa, 16 Juli 2019, diawali dari sambutan ketua pokjaluh kabupaten Malang yang se

kaligus ketua pokjaluh provinsi Jawa Timur, Saifudin Ma'arif dalam sambutanya, "bahwa kegiatan tersebut sebagaimana petunjuk dari Kepala seksi Penerangan Islam Provinsi Jawa Timur dalam persiapan delegasi penyuluh agama Islam kabupaten Malang, Sohibul Izar selaku penyuluh agama Islam Fungsional".
Hadir sebagai audiens dan panelis dalam pelaksanaan ini penyuluh agama Islam fungsional kabupaten Malang dimana setelah pemaparan materi di lakukan analisa baik kelebihan maupun kekurangan dalam rangka perbaikan dalam penyempurnaan dalam tahap selanjutnya.