Diseminasi Konten Naskah Moderasi Beragama

Surabaya, bimas Islam-Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin mengatakan penyebaran gagasan dan sikap moderasi beragama

Kunjungan Kerja Pokjaluh Kota Palangkaraya

Kegiatan kunjungan pokjaluh dari kota Palangkaraya dilaksanakan pada tanggal 4 April 2019 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten.

Kunjungan Kerja Pokjaluh Kota Palangkaraya

Dalam kegiatan itu juga dilakukan bakti sosial di TK Harapan Bajulmati, Masjid Ceng Ho .

Kunjungan Kerja Pokjaluh Kota Palangkaraya

Bakti sosial dilaksanakan juga penanaman mangrove di pinggir sungai yang bermuara di laut ungapan dusun bajulmati kecamatan Gedangan.

Peningkatan Kompetensi Penyuluh agama Islam dan Qiyamul Lail

Kompetensi penyuluh agama Islam tidak hanya sebatas melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat akan tetapi juga mempunyai kompetensi ibadah sholat malam.

Kamis, 18 Juni 2020

Menambah Wawasan Tentang Narkoba, Penyuluh Agama Pakisaji Audensi dengan BNN Kabupaten Malang


                                               Rabu, 17-06-2020
Pokjaluh- Penyuluh Agama Islam Kecamata Pakisaji, silaturraohmi dan Audensi kekantor Badan Narkotika Nasional kabupaten Malang pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2020
Dalam silaturraohmi ini kami bertujuan untuk menindaklanjuti surat yang kami kirim, ada beberapa hal yagng diperoleh dalam giat ini yaitu BNN siap bekerjasama dalam penyuluhan tentang narkoba yang meliputi pembinaan kepada penyuluh agama baik PNS maupun Non PNS 
Brama (Bidang penyuluhan BNN) mengatakan kami merasa terhormat dan senang dengan adanya silaturrahmi yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Kecamatan Pakisaji dengan silaturrahmi ini kami akan tindaklanjuti dengan mengadakan pembinaan dan pemberian materi terkait NARKOBA mulai dari jenis sampai ciri ciri bagi pecandu narkoba.
Kami miris melihat masyarakat sekarang yang banyak mencoba merasakan narkoba bahkan remaja sekarang dengan gampang memperoleh alat untuk sekedar ngeplay hanya dengan lem, komix bahkan yang lebih miris lagi memakai sisa pempes yang dimasak dengan air, maka dari itu kami ingin sekali melakukan penyuluhan, tambahnya


Menurut Marsidi (PAIF Pakisaji), kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari program yang dilakukan Penyuluh Pakisaji untuk meningkatkan kopetensi dibidangnya, yang sebelumnya pernah mengirim surat untuk Audensi dan baru sekarang bisa terealisasi, kami sangat senang seperti gayun bersambut kita satu tujuan yaitu  bersama BNN untuk mengadakan penyuluhan pengetahuan tentang NARKOBA dan bahayanya,
Dia menyampaikan, penyuluh agama merupakan salah satu ujung tombak dari Kementerian Agama dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan di masyarakat, sehingga kegiatan tersebut dikhususkan pada pendalaman materi tentang pengetahuan narkoba, tambahnya


Jumat, 15 Mei 2020

Mengali Berkah Ramadhan di Tengah Pandemi Covid 19


Kec Ngantang. Penyuluh Agama Islam Honorer (PAH) mengelar pembagian Takjil pada hari kamis Tanggal 14 Mei 2020 bertepatan dengan 21 Ramadhan 1441H didepan POM Bensin Moron Desa Mulyorejo Kec Ngantang.

Pembagian Takjil ini merupakan program penyuluh Agama Islam Honorer (PAH) dalam mengali berkah Ramadhan di tengah pandemi covid 19. Yeni Kartikaningsih, selaku Penyuluh Agama Islam Fungsional  (PAIF) Kec. Ngantang yang mengikuti kegiatan ini mengatakan pembagian Takjil ini merupakan inisiatif bersama. Dana yang di gunakan untuk menyediakan takjil berasal dari iuran anatara Penyuluh Agama Islam Honorer (PAH) dan Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF), Yeni mengatakan"Kami gotong royong baik dari PAIF, PAH hingga Kepala KUA Kec. Ngantang turut serta berpartisipasi. Jono selaku koordinator PAH mengungkapkan bahwa Takjil yang di bagikan ini berasal dari hasil warga warga yang terdampak Covid 19 yang penghasilannya menurun maka Takjil dipesan dari warga yang berdampak itu sehingga membantu mereka dalam perekonomian. Kegiatan pembagian tersebut berakhir hingga menjelang adzan Maghrib berkumandang dan di tutup dengan buka puasa bersama di rumah salah satu Penyuluh Agama Islam Honorer (PAH) Kec Ngantang (Yeni).


Peduli Covid 19 Penyuluh Agama Kromengan Berikan Takjil Gratis

Penyuluh Agama Islam Kromengan menggelar pembagian takjil pada hari Kamis (14/05/2020) sore di depan KUA Kromengan. Pembagian takjil ini merupakan program Penyuluh Agama Islam dalam menyambut datangnya Bulan Ramadan tahun 1441 H di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.
Lies Nur Wachidah (PAIF Kromengan), yang mengikuti kegiatan ini menyatakan pembagian takjil ini merupakan inisiatif bersama. Dana yang digunakan untuk menyediakan takjil berasal dari penggalangan dana melalui Shodaqah Sampah yang dikelola oleh sahabat sahabat Penyuluh Agama Islam Honorer Kromengan dan iuran kita sesama penyuluh. “Kami gotong royong, baik dari PAIF, PAH, hingga staf KUA turut berpartisipasi,” terangnya.
                                                  Polsek
Lies Nur menyebut takjil yang dibagikan ini bahannya berasal dari pedagang di sekitar KUA Kromengan. Alasan dibalik hal itu karena melihat omzet dari mereka yang kini tengah menurun drastis jika dibandingkan dengan kondisi normal.
“Pandemi ini menyebabkan perekonomian masyarakat, termasuk para pedagang di sekitar KUA menjadi menurun. Pesanan sedang sepi-sepinya saat ini. Oleh karena itu, Penyuluh memesan bahan takjil tersebut dari mereka. Penyuluh ingin berjuang bersama agar perekonomian masyarakat, utamanya yang di sekitarnya, tetap berjalan,” paparnya.
                                           Puskesmas
Total ada sekitar 250 takjil yang dibagikan sore tadi kepada masyarakat yang melintas didepan KUA dan Masyarakat sekitar termasuk di Kantor Polsek dan Puskesmas yang tempatnya berdampingan dengan KUA, ujar Nur Faizah.              ( koordinator PAH  ). 
Kegiatan ini berlangsung hingga Adzan Maghrib berkumandang. Semoga pembagian takjil ini bisa  dilakukan lagi  Bulan Ramadhan yang penuh barakah ini.

Rabu, 13 Mei 2020

Pemberian Insentif Peduli Covid 19 Bagi Ustadz - Utadzah



              Foto Pemberian Insentif

Kegiatan penyaluran bantuan insentif kepada guru ngaji oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, pada Rabu 13/5/2020.
H. Rasyidi, ( Kasi Pontren ) menjelaskan penyaluran bantuan insentif guru ngaji  kali ini berbeda dengan penyaluran tahun-tahun sebelumnya, karena kali ini dalam situasi pandemi Covid-19.
“Setelah mendapat ijin dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten, maka penyaluran bantuan insentif guru ngaji kita laksanakan menggunakan prosedur atau protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya, Rabu 13/5/2020.


             Ustadzah Nur Halimah

H. Rasyidi menyampaikan bahwa penyaluran bantuan insentif guru ngaji ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang terhadap guru-guru ngaji di musala maupun TPQ yang telah berjasa mengajar ngaji anak-anak di pedesaan.
“Bantuan insentif ini merupakan apresiasi dan bentuk kepedulian Kantor Kementerian Kabupaten Malang kepada para guru ngaji ”, ujarnya.
Marsidi ( Penyuluh Agama ) sebagai panitia, menambahkan bahwa jumlah total guru ngaji sangat banyak bahkan ribuan Ustadz-Ustadzah di Kabupaten Malang cuma kami tidak bisa menjangkau kesemuanya karena keterbatasan dari anggaran kami, tapi semoga dilain kesempatan bisa kita perbanyak lagi dari jumlah yang sekarang.
“Kankemenag sangat mengapresiasi terhadap peran para guru ngaji di Kabupaten Malang. Sebenarnya pemberian insentif tersebut sangat tak sebanding dengan pengabdian para guru ngaji yang telah berjasa mengajarkan ngaji anak-anak,” tuturnya.
Lebih lanjut , Marsidi berharap kepada seluruh guru ngaji Kecamatan Gedagan untuk terus berdoa, agar wabah Covid-19 cepat berakhir di Indonesia, khususnya di Kabupaten Malanga
“Saya berharap seluruh guru ngaji terus berdoa agar wabah Covid-19 segera berakhir,” pungkasnya


By: Pokjaluh Kab Malang

Kamis, 07 Mei 2020

Penyuluh Pakisaji Berbagi Takjil Ditengah Pandemi


Aksi Sosial ditengah Pandemi oleh Penyuluh Agama Pakisaji


Foto Bersama Polsek

Ramadan dimanfaatkan banyak orang untuk beribadah dan berbagi. Nah, di tengah pandemi, aksi rutin berbagi takjil Penyuluh Agama Pakisaji ini pun difokuskan untuk para pengguna jalan didepan KUA Pakisaji, 
Pengguna jalan tampak tertib menerima pemberian Takjil dari kami yang dibantu oleh pihak Polsek Pakisaji. Mulutnya tertutup masker, tapi saya yakin seulas senyum ada di situ ketika sepaket takjil diangsurkan untuknya. 
“Seneng banget. AlhamdulillahMatur nuwun!” tak henti pengguna jalan berucap terima kasih, yang sungguh membuat hati saya terenyuh.
Ust. Saiful Mustofa

Ust Saiful Mustofa ( Kepala KUA ) menyatakan pemberian takjil ditengah pandemi Covid 19 bukanlah satu-satunya giat dari Penyuluh Agama, yang sebelumnya mengadakan giat penyemprotan cairan desinfiktan dan pembagian masker kepada masyarakat, kami sangat senang dan bangga kepada PAH Pakisaji yang selalu aktif dalam kegiatan sosial bahkan bukan hanya itu saja  selama bulan Ramadhan tahun ini mereka juga aktif mengadakan tadarrus Al qur'an di Musholla (KUA) yang dibimbing oleh ust. Marsidi ( PAIF ) ujarnya.
Pemberian takjil

Misi utamanya dari dari kegiatan ditengah pandemi ini ingin memberi penyuluhan tentang pencegahan penyebaran covid 19 dan membantu masyarakat. Nah, bertepatan dengan Ramadan di tengah pandemi, kami pun mencoba berbagi, kata ustadzah Ummu ( Korlap )
Didepan BRI

Koordinator PAH Pakisaji ( ust Syaiful Bahri ) mengungkapkan, kegiatan ini termasuk aksi sosial sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi.
“Banyak orang kehilangan pekerjaan atau dirumahkan," ujar Syaiful di sela-sela pembagian 250 paket takjil . "Ya, mungkin ini bisa sedikit meringankan.”
Nggak hanya berbagi Takjil, Penyuluh juga punya tujuan mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai corona, salah satunya dengan mengenakan masker.
Sesuai Anjuran Physical Distancing
Untuk mengikuti anjuran physical distancing, bagi-bagi takjil ini dilakukan di jalanan yang dibantu oleh pihak Polsek. 


Sabtu, 02 Mei 2020

Wujud Kepedulian dalam Pencegahan Covid-19, Keluarga Besar KUA Kec. Dau Bagi Masker


Kec Dau, Sebagai wujud kepedulian kepada sesama, terutama masyarakat kecamatan Dau kabupaten Malang yang tidak mengenakan masker saat berkendara, Keluarga besar KUA pada Rabu 29 April 2020 membagikan sekitar 550 buah masker secara gratis.

Kegiatan yang dilaksanakan di jalan raya pertigaan lampu merah Sengkaling ini  juga didukung oleh jajaran Polsek Dau.

Aksi Pembagian masker ini diawali dengan berfoto bersama Physical Distancing Di halaman Kantor Urusan Agama Kecamatan Dau. Kemudian tim gabungan dari KUA Dau dan Polsek Dau mengelompok menjadi 3, yakni untuk jalur yang dari arah Barat (kota Batu), dari arah timur (kota Malang) dan dari arah selatan (wilkec Dau).

Dari pantauan di lapangan, pengguna jalan poros Batu-Malang pagi ini lumayan ramai. Dan, faktanya masih banyak pengendara sepeda motor maupun mobil yang masih belum menggunakan masker. Sehingga kehadiran keluarga besar KUA Dau yang terdiri Pimpinan, Penyuluh Agama Islam Fungsional, 8 orang Penyuluh Agama Islam Non PNS dan staff KUA  bersama 7 orang personel dari Polsek Dau yang membagikan masker secara gratis sangat bermanfaat bagi mereka, utamanya di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah ini.

Aksi Pembagian masker ini berlangsung mulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 09.30 Wib. Kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi dan koordinasi Penyuluh serta pembinaan oleh Bapak Ahmad Imam Muttaqin, MAg kepala KUA dan ibu Tri Widayati, PAI Fungsional, di Musholla KUA Kecamatan Dau. Sedangkan bapak ibu personel dari jajaran Polsek melanjutkan tugasnya di Mapolsek Dau.

Selain pembagian masker yang diperoleh dari infaq patungan PAI, PAH, Pimpinanan Dan staff KUA Dau, seminggu sebelumnya juga telah membagikan 10 dus mie instan yang dibagikan kepada warga yang sangat membutuhkan di beberapa desa yang ada di kecamatan Dau.

Semoga dengan gerakan sosial dan pembagian masker ini semakin banyak warga yang terhindar dari penularan virus Corona yang sangat ganas ini. Dan terlebih di bulan suci Ramadhan 1441 H, semoga dengan pertolongan dan ridho Allah SWT, semoga pandemi Covid-19 ini segera diangkat atau lenyap dari muka bumi.(Munir)




Minggu, 26 April 2020

SHOLAT WITIR

Sholat Witir



Pengertian Shalat Witir itu sendiri ialah Shalat Sunah yg dilakukan pada malam hari dg jumlah Raka’at satu, dua, tiga, lima, tujuh atau sebelas dan dikerjakan selepas Shalat Isya hingga terbit sang fajar atau sebelum masuk waktu shalat subuh dan biasanya Shalat Sunah Witir ini dirangkaikan dg Shalat Sunah Tarawih pada bulan puassa. Hukum Mengerjakan Shalat Witir inni adlh Sunnah tetapi Shalat Sunah yg sangat di utamakan untuk dikerjakan.
Hadist yg berbunyi,
” Hai para pencita – cita Al-Qur’an, kerjakanlah Shalat Witir, Sebab Alloh Swt itu Tunggal (ESa) dan dia suka kepada bilangan Witir (Bilangan Ganjil)”.
Sehingga melihat hadist tersebut bisa kita simpulkan bahwa Shalat Sunah Witir ini jg sangat penting dan jika anda bisa dan bersedia untuk mengerjakan Shalat Sunah Witir ini maka akan mendapatkan pahala yg besar dari Alloh Swt karena Alloh menyukai bilangan witir.
Sedangkan untuk Jumlah Raka’at Shalat Witir bisa anda tentukan sendiri karena Shalat Witir bisa dilaksanakan dg Raka’at satu sampai sebelas tetapi bilangan ganjil karena Nabi Muhammad Saw melakukan Shalat Sunah Witir ini tidak lebih dari sebelas Raka’at. Shalat witir sendiri jg boleh dikerjakan 2 (Dua) Raka’at saja dg Satu salam dan Satu Raka’at dg Satu Salam. Kemudian untuk Niat Shalat Witir sendiri bisa anda lihat dan pelajari di bawah ini karena sudah kami buatkan untuk anda semua yg dilengkapi dg terjemahan latin dan artian bahasa indonesia serta dilengkapi dg Doa Setelah Shalat Witir Terlengkap.


Lafadz atau Bacaan Niat Shalat Witir

اُصَÙ„ِّÙ‰ سُÙ†ًّØ©َ الْÙˆِتْرِرَÙƒْعَØ©ً Ù…ُسْتَÙ‚ْبِÙ„َ الْÙ‚ِبْÙ„َØ©ِ اَدَاءً Ù…َØ£ْÙ…ُÙˆْÙ…ًا ِللهِ تَعَالَÙ‰

Latin ;

USHOLLI SUNNATAL WITRI RAK'ATAN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'ALA

Artinya :
Saya niat sholat witir satu raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

Catatan: 
Niat diatas dibaca ketika kita shalat witir menjadi ma'mum. Namun apabila kita menjadi imam, maka lafadz "MA'MUUMAN" diganti menjadi "IMAAMAN". Sehingga lafadznya menjadi seperti ini :
اُصَÙ„ِّÙ‰ سُÙ†ًّØ©َ الْÙˆِتْرِرَÙƒْعَØ©ً Ù…ُسْتَÙ‚ْبِÙ„َ الْÙ‚ِبْÙ„َØ©ِ اَدَاءً اِÙ…َامًا ِللهِ تَعَالَÙ‰

Latin ;

USHOLLI SUNNATAL WITRI RAK'ATAN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN IMAAMAN LILLAAHI TA'ALA

Artinya :
Saya niat sholat witir satu raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala

Dan apabila sholat witir dilaksanakan sendirian, maka lafadz niatnya tanpa disertai dengan "MA'MUUMAN" dan/atau "IMAAMAN". Sehingga lafadz niat shalat witir sendirian adalah seperti ini :
اُصَÙ„ِّÙ‰ سُÙ†ًّØ©َ الْÙˆِتْرِرَÙƒْعَØ©ً Ù…ُسْتَÙ‚ْبِÙ„َ الْÙ‚ِبْÙ„َØ©ِ ِللهِ تَعَالَÙ‰

Latin ;

USHOLLI SUNNATAL WITRI RAK'ATAN MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA'ALA

Artinya :
Saya niat sholat witir satu raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala

Dan begitu juga seterusnya tergantung berapa raka'at shalat witir, maka kita sesuaikan saja niatnya sesuai raka'at yang akan kita laksanakan.Waktu pelaksanaan shalat witir yaitu pada malam hari setelah shalat isya hingga sebelum terbit fajar atau sebelum masuk waktu subuh, yang dilakukan setelah shalat lainnya, seperti shalat tarawih pada bulan ramadhan dan/atau setelah shalat sunnah tahajud. Adapun hukum mengerjakan shalat witir adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.
Adapun bilangan rakaat shalat witir itu sedikitnya adalah satu rakaat dan sebanyak banyaknya adalah sebelas rakaat. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadits Nabi SAW yang artinya :
“ Adalah Rasulullah SAW biasa melakukan shalat 11 rakaat antara waktu setelah shalat isya sampai terbit fajar . Beliau salam setiap dua rakaat dan shalat witir 1 rakaat…” (HR Jamaah kecuali Imam Tarmidzi dari Aisyah ra )
Beberapa Riwayat dari Sholat witir itu memiliki keutamaan sbb :
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu Anhu bahwa beliau berkata, “Sholat witir memang bukan kewajiban sebagaimana sholat fardlu, akan tetapi ia merupakan sholat yang disunnahkan Rosululloh sholallohu alaihi wa salam. Beliau bersabda, “ sesunggguhnya Allah itu witir (Maha Ganjil) dan menyukai yang ganjil (witir). Oleh karena itu, kerjakanlah sholat witir, ahai generasi qur’an” HR. Abu Dawud (1416), Tirmidzi (453), Nasai (II/228,229) dan Ibnu Majah (1170).
Abu Huroiroh Rodhiyallohu Anhu berkata,
“ Kekasihku, Nabi sholallohu alaihi wa salam memberikan wasiat kepadaku dengan tiga hal, agar aku tidak meninggalkannya sampai aku mati. Ketiganya adalah puasa tiga hari setiap bulan, Sholat Dluha, dan tidur malam dalam keadaan sudah mengerjakan sholat witir.”
HR. Bukhori (1178) dan Muslim (72)
Diriwayatkan dari Aisyah rodhiyallohu anha bahwa ia berkata ,
“Dari sepanjang malam, nabi sholallohu alaihi wasalam pernah mengerjakan sholat witir di awal malam (setelah sholat isya’), di tengah malam dan di akhir malam. Waktu sholat witir beliau berakhir hingga waktu sahur (menjelang sholat subuh).
HR. Bukhori (II/406), Muslim (745), Nasa’I (III/230), Tirmidzi (357) dan Abu Dawud (1435).
Dari Jabir rodhiyallohu anhu,bahwa Rosululloh sholallohu alaihi wa salam bersabda :
” Barangsiapa khawatir tidak bias bangun di akhir malam (untuk mengerjakan sholat), maka hendaklah ia mengerjakan sholat witir di awal malam (sebelum tidur). Barang siapa yakin akan bisa bangun di akhir malam , hendaklah ia mengerjakan sholat witir di akhir malam. Sebab sholat di akhir malam itu disaksikan (oleh para malaikat), dan yang demikian itu jelas lebih utama.”
HR. Muslim (755) dan Tirmidzi (456).
Diriwayatkan dari Abdulloh bin Amru bin Ash rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi sholallohu alaihi wasalam bersabda,
“Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan tambahkan satu sholat kepada kalian. Oleh karena itu , jagalah selalu sholat tersebut. Yaitu sholat witir.”
Diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya (6654)
Diriwayatkan dari Abdulloh bin Umar rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi sholallohu alaihi wasalam bersabda,
“ Dahuluilah sholat subuh dengan sholat witir.”

HR. Muslim (750), Tirmidzi (467) dan Abu Dawud (1436).
Diriwayatkan dari Abdulloh bin Umar rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi sholallohu alaihi wasalam bersabda,
“Jadikanlah sholat witir sebagai akhir dari sholat malam kalian di malam hari!.”
HR. Bukhori (II/406), Muslim (751), Nasa’I (III/230 dan 231), dan Abu Dawud (1438).
Abdulloh bin Umar rodhiyallohu anhu berkata,
“Barang siapa Mengerjakan sholat malam maka hendaklah ia menjadikan akhir sholatnya itu adalah sholat witir. Sebab yang demikian itu Rosululloh sholallohu alaihi wasalam memerintahkan demikian.”
HR. Muslim (751).
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi sholallohu alaihi wasalam bersabda,
“Kerjakan sholat witir sebelum kalian memasuki waktu pagi (sholat subuh)!”
HR. Muslim (754), Tirmidzi (468) dan Nasa’I (III/ 231)
Diriwayatkan dari Aisyah rodhiyallohu anha, bahwa Nabi sholallohu alaihi wasalam mengerjakan sholat di malam hari, sememtara itu Aisyah tidur mrlintang di hadapan beliau. Ketika tinggal mengerjakan sholat witir, maka beliau membangunkannya, lalu iapun mengerjakan sholat witir . HR. Muslim (744).
Diriwayatkan dari Abu Bashroh Al-Ghiffari rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi sholallohu alaihi wasalam bersabda,
“Sesunggguhnya Allah memberikan tambahan sholat kepada kalian yaitu sholat witir. Oleh karena itu kerjakanlah sholat witir itu dalam rentang waktu antara sholat isya’ dan sholat fajar.”

Diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya (6880)
Dalam riwayat lain disebutkan,
“Ketika Nabi sholallohu alaihi wasalam tinggal mengerjakan sholat witir, maka beliau berkata kepada Aisyah, Bangunlah dan kerjakanlah sholat witir, wahai Aisyah.”
Diriwayatkan dari Abu Ayyub Al-Anshori rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi sholallohu alaihi wasalam bersabda,
“Sholat witir adalah haq (disyariatkan, sangat dianjurkan). Siapa saja boleh mengerjakan dalam lima rokaat, atau tiga rokaat, atau bahkan satu rokaat.”
HR. Abu Dawud (1421), Nasa’I (1711), Ibnu Majah (1190) dan Ibnu Hibban dalam shohihnya (2407)

   ( Diposting oleh Marsidi PAIF Pakisaji & Wagir )

Sabtu, 25 April 2020

Penyuluh Agama Kecamatan Wagir Berikan Ratusan Masker Gratis

Foto bersama takmir


Penyuluh Agama Kecamatan Wagir mengucapkan

 "Marhaban Ya Ramadhan  Selamat                   Menunaikan Ibadah Puasa

Dihari pertama pelaksanaan Ibadah Puasa Penyuluh Agama Kecamatan Wagir mengadakan giat pemberian Masker secara gratis dan selebaran mengetuk pintu langit yang berisi ajakan dan himbauan untuk selelalu mengikuti protokoler kesehatan dalam melakukan aktifitas  sehari hari serta mengajak kepada masyarkat khususnya kaum muslim untuk selalu memohon dan berdoa kepada Allah.
Giat ini dilakukan setelah sholat jum'at  (24/04/2020)
Untuk menyambut datangnya bulan suci ini Penyuluh Agama kec. Wagir juga memberikan himbauan dan pengertian kepada masyarakat khususnya di jamaah masjid masjid yang ada di wilayah kecamatan Wahir dengan memberikan selebaran panduan menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan ini yang didapat dari MUI Kabupaten Malang.
Agus Alfan (koordinator PAH) mengatakan dalam menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya yang berkaitan dengan bulan Ramadan ini kami perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya umat Islam yang berkaitan dengan penyebaran wabah 19 ini PAH Wagir memberikan pengertian dan himbauan kepada masyarakat khususnya umat Islam yang ada di wilayah kecamatan Wagir ini dengan acuan surat edaran dari MUI Kabupaten Malang dengan himbauan ini kami yang juga selaku gugus tanggap Covid 19 Kecamatan Wagir berupaya melakukan pencegahan penularan itu dengan memberikan pengertian  dan pengetahuan sehingga masyarakat bisa melakukan ibadah dengan tenang ibadah dengan khusyuk dan memperoleh berkah di bulan yang suci ini. Ujarnya
Penyuluh Agama Kecamatan Wagir tidak henti-hentinya melakukan giat guna pencegahan penyebaran wabah 19 yang sedang melanda Bumi Pertiwi ini dengan berbagai giat yang sebelumnya dilakukan yaitu penyemprotan disinfektan ditempat fasilitas umum dan  memberikan masker secara gratis  dan di bulan suci ini juga melakukan edukasi kepada masyarakat khususnya yang melaksanakan ibadah bulan puasa dan yang berkaitan dengannya yaitu tentang melaksanakan salat Tarawih dan juga melakukan  pembersihan di tempat ibadah khususnya di masjid masjid yang ada di wilayah kecamatan Wagir.
 Hal ini dilakukan kerjasama dengan Gugus Tanggap Covid 19 MWC NU kec Wagir.

 Marsidi (PAIF) Kecamatan Wahir mengatakan kami dan jajaran Penyuluh Agama kec Wagir  selalu aktif melakukan pencegahan penyebaran wabah kovid 19 yang dikomando langsung oleh kepala  KUA. Penyuluh yang selalu aktif dalam melakukan giat ini kami atas nama PAIF ch Kecamatan Wagir menghimbau dan mengajak kepada masyarakat untuk mematuhi himbauan dari MUI Kabupaten Malang insya Allah dengan mengikuti himbauan dari sesepuh ulama kita yang tergabung dengan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang Kita tidak mengurangi kekhusyuan dan kuatitas serta kwalitas untuk menjalankan ibadah  di bulan suci Ramadan ini.

Materi Puasa Ramadlan


                          Puasa Ramadhan
                                      Oleh
                      Marsidi (PAIF Pakisaji)


*Syarat Wajib Puasa* :-

1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Sehat
5. Bermukim (Tidak Musafir)
6. Suci (Dari Haid Dan Nifas)


*Syarat Sah Puasa* :-

1. Islam
2. Berakal & Mumayyiz
3. Suci (Dari Haid Dan Nifas)
4. Nyata masuknya bulan Ramadhan


*Rukun-Rukun Puasa*:-


1.Berniat
2.Menahan Diri Daripada Perkara Yang Membatalkan Puasa


*Perkara Yang Membatalkan Puasa* :-

1. Makan Dan Minum Dengan Sengaja
2. Memasukkan Dengan Sengaja Benda Ke Dalam Rongga Yang Terbuka. *Seperti* (lubang hidung, telinga, mulut dan 2 lubang kemaluan)
3. Muntah Dengan Sengaja.
4. Keluar Haid & Nifas
5. Gila
6. Murtad
7. Keluar Mani Dengan Sengaja
8. Bersetubuh Di Siang Hari

*Perkara Sunat Ketika Puasa* :-

1. Segera Berbuka Puasa
2. Berbuka Dengan Kurma/Juadah Manis
3. Baca Doa
4. Melambatkan Bersahur
5. Banyakkan Baca Al-Quran, Berzikir, Berselawat Dan Membuat Amal Kebajikan
6. Sentiasa Bersedekah
7. Jauhkan Diri Daripada Bercakap Perkara Yang Sia-Sia Dan Perbuatan Yang Tidak Membawa Manfaat
8. Mandi Junub Lebih awal Sebelum Masuk Waktu Subuh

*Makruh Ketika Puasa* :-

1. Bersuntik
2. Berbekam
3. Berkumur-Kumur
4. Memasukkan Air Ke Dalam Rongga Hidung Secara Berlebihan
5. Mandi Yang Berlebihan
6. Rasa Makanan Di Hujung Lidah

* 6 HAL YG MENGHILANGKAN PAHALA PUASA*

1. Berdusta
2. Ghibah
3. Ado Domba
4. Sumpah palsu
5. Memandang seseorang dgn nafsu sahwat
6. mengeluarkan kata kata keji, cacian maki

*Golongan Yang Wajib Qada' Puasa* :-

1. Orang Sakit Yang Ada Harapan Untuk Sembuh
2. Orang Yang Musafir (Bukan Kerana Maksiat)
3. Orang Yang Kedatangan Haid Dan Nifas
4. Orang Yang Meninggalkan Niat Puasa
5. Orang Yang Sengaja Melakukan yg Perkara2 Yang Membatalkan Puasa
6. Orang Yang Pitam/Mabuk
7. Orang Yang Sangat Lapar Dan Dahaga


*Mereka Yang Di Kenakan Membayar Fidyah Puasa*:-

1. Mereka Yang Tidak Dapat Mngqada'kan Puasa Sehingga Masuk Ramadhan Kali Kedua - (Fidyahnya : 1 Cupak Beras Untuk Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Di Samping Mengqada' Puasa) Bagi Setahun Tertinggal..
Kalau Tidak Di Qada' Sehingga Melampaui 2 Tahun Maka Di Kenakan 2 Cupak Tetapi Puasa Tetap Juga 1 Hari (Tiada Tambahan)

2. Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Untuk Sembuh

3. Orang Yang Terlalu Tua Dan Tidak Berdaya Untuk Berpuasa

4. Orang Yang Ada Qada' Puasa Tetapi Meninggal Dunia Sebelum Sempat Berbuat Demikian (Fidyahnya : Di Buat Oleh Kerabat Si Mati/Di Ambil Daripada Harta Pusakanya)

5. Perempuan Yang Mengandung/Yang Menyusukan Anaknya Perlu Mengqada' Puasa Dan Membayar Fidyah 1 Cupak Beras Bagi Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Sekiranya Dia Meninggalkan Puasa Kerana Bimbangkan Anaknya Tetapi Sekiranya Dia Takut Memudaratkan Pada Dirinya Dia Hanya Wajib Mengqada' Puasanya


*Kifarat Bersetubuh Di Bulan Ramadhan* :-

Orang Yang Bersetubuh Pada Siang Hari Bulan Ramadhan, Maka Kedua2 Suami Isteri Tersebut Perlu Mengqada' Puasa Berkenaan Dan Suami Wajib Hb Membayar Kifarat (Denda) Seperti :-

1. Memerdekakan Seorang Hamba Mukmin L/P
(Sekiranya Tidak Mampu)

2. Berpuasa 2 Bulan Berturut-Turut Tanpa Terputus (Kalau Tidak Berdaya)

3. Memberi Makan Kepada 60 Orang Fakir Miskin
Walau Bagaimana Pun, Jika Persetubuhan Itu Di Lakukan Kerana Terlupa, Jahil Tentang Haramnya/Di Paksa Ke Atasnya Tidaklah Wajib Kifarat


*Tingkatan Puasa*:-

1. Puasa Umum - Sekadar Menahan Makan, Minum Dan Keinginan Berjimak

2. Puasa Khusus - Memelihara Mata, Telinga, Lidah, Tangan Dan Kaki Daripada Melakukan Dosa Selain Menahan Diri Daripada Perkara Di Atas

3. Puasa Khusus Al-Khusus - Merangkumi puasa Di Atas Dan Di Sempurnakan Pula Dengan Puasa Hati Daripada Semua Keinginan Zahir Dan Batin


*Mereka Yang Di Benarkan Meninggalkan Puasa* :-

1. Orang Yang Hilang Daya Upaya Seperti Sakit Yang Apabila Berpuasa Akan Menambahkan Keuzuran

2. Orang Musafir

3. Org Yang Terlalu Tua Dan Amat Lemah

4. Orang Yang Tersangat Lapar Dan Dahaga

5. Perempuan Hamil/Menyusukan Anaknya Yang Apabila Berpuasa Boleh Memudaratkan Diri/Anak Yang Di Susui Itu


# Selamat Menjalani Ibadah Puasa Ramadhan Kepada Umat Islam Mukminin Dan Mukminat..
Semoga Puasa Pada Tahun Ini Memberi Manfaat ,
 Lebih Mudah Daripada Tahun Sebelumnya Dan Membanyakkan Kita beramal Ja'riah..
Insyaa ALLAH. Aamiin ya rabbal alamiin.
                           #dirumahsaja#

Minggu, 19 April 2020

Hasil Shodaqoh Sampah, PAH Kromengan Membagikan Ratusan Masker Gratis dan Santuni Duafa'

Foto pembagian sembako

Penyuluh Agama bersama Polsek Kromengan Peduli dampak covid-19 bagikan Masker dan sembako kepada warga kecamatan Kromengan khususnya Desa Jambuwer, Kromengan, Ngadirejo, Slorok dan Desa Jatikerto dilakukan oleh PAH Kromengan, Sabtu 18/4/2020.
Foto pembagian masker gratis

Pembagian Masker dan paket sembako berupa beras, minyak goreng, dan mie instan.

Lis Nur Wachidah, PAIF Kromengan mengatakan bahwa paket sembako ini donasi dari PAH yang didapat dari hasil pengumpulan shodaqah sampah yang rutin kami lakukan, Kami pempunyai program " Shodaqoh Sampah" yang sudah terealisasi sudah 2 tahun yang lalu yang semula hasil dari pengelolaan sampah ini didonasikan ke TPQ dan Musholla, khusus bulan ini kami berikan kepada masyarakat yang terdampak covid 19. Program Shodaqah sampah ini kami kerjasam dengan GP  ANSOR Pagelaran yang dikomando oleh Sahabat Marsidi yang tahun lalu sebagai PAIF di Kecamatan Kromengan.
"Kami ingin sedikit ikut meringankan beban warga akibat dampak covid-19", ujarnya.
Foto pemberian paket sembako

Lies menyampaikan bahwa bantuan paket sembako ini diberikan kepada warga Kromengan, khususnya Desa Jambuwer, Kromengan, Ngadirejo, Slorok dan Desa Jatikerto
Kami berikan kepada mereka yang terdampak langsung, baik tukang becak, buruh lepas, sopir dan lainya", jelasnya.
Nur Faizah (Koordinator) menambahkan bahwa pihaknya bergerak bersama komponen lainya dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.
Foto di depan koramil

"Kami mulai pagi giat pemberian Ratusan Masker Gratis  kepada warga bersama pihak Polsek dan dilanjutkan dengan pemabagian sembako", tambahnya.

Swardi (Polsek)  mengatakan bahwa Penyuluh Agama Kromengan terus bergerak bersama masyarakat dalam rangka pencegahan penyebaran civid-19 dan penanganan dampak dari pandemi covid-19.
"Program Penyuluh Agama bersama Polsek Peduli ini akan terus berlanjut dan kami juga galang donasi untuk meringankan beban saudara kita yangterdampak", pungkasnya. (*)